Minggu, 08 April 2012

Workshop Wirausaha dan Wisata Religius Sejarah Kota Depok by Hasnan Habib

Anda jenuh dengan kehidupan anda, anda merasa usaha anda tidak berkembang dan jalan ditempat, jiwa anda haus akan keindahan masa lalu, anda hendak mengetahui galur nasib keturunan anda di Depok ? Kami mengajak anda untuk refreshing religius (RR) , barangkali dengan wisata rohani kali ini anda akan mendapatkan ide, semangat dan inspirasi baru dalam kehidupan pribadi dan usaha anda, kami mengajak Tour Wirausaha dan Ziarah ke makam tokoh Islam dan waliullah di kota Depok satu hari saja. Workshop dan Wisata Refreshing Religius ini mengunjungi : 1. Makam Waliullah Ki Gedhe Sebayu (Ki Linggawuni guru Sunan Kalijogo , keturunan Galuh Pajajaran) , Makam Tumenggung Uphosonto Mataram, Makam Ratu Roro Pembayun (Putri Panembahan Senopati Mataram) dan Makam Ki Bagus Wonoboyo (salah satu komandan intelejen Mataram saat meneyerang Batavia 1628 – 1629 beserta anaknya Nyai Ratu Sandijayaningsih ( Penebas leher Yaan Pieter Soen Coen, gubermur jendral VOC 20 September 1629) di derah Tapos Depok 2. Makam Wali Nanggung, Tubagus Pangeling, Kyai Mas Besot serta sholat di Padepokan Iwan Fals Leuwinanggung Tapos Depok 3. Makam Raden Mas Panji Wanayasa ( komandan Mataram dan sesepuh tentara Banten 1682 ) di Jatijajar Tapos Depok 4. Pusat Pembibitan Pohon Penghijauan milik Kementrian Kehutanan terbesar di Indonesia. 5. Makam KH Muhammad Yusuf ( Ngkong Usup ) guru Presiden pertama RI, Ir Sukarno di Perumahan Pesona Kayangan Depok 6. Sumur tujuh peninggalan ki Buyut Beji di Perumnas I Beji Depok 7. Masjid Kubah Emas di Limo Cinere Depok Sekaligus mengunjungi serta wawancara dengan pengusaha : 1. Produsen olahan Aloevera (lidah buaya) di Cilodong Depok 2. Produsen olahan tepung singkong menjadi cake singkong di Jl Raya Citayam Depok 3. Produsen olahan ikan asap di Pancoran Mas Depok 4. Peternakan dan restoran Tiktok (itik dan entok ) yang terkenal lezat di Beji Depok 5. Workshop wirausaha di Restoran Tiktok van Depok bersama Ir Santoso Djalu Wahono (pengusaha tik-tok kota Depok) Peserta terbatas 8 orang per trip .Biaya : Rp 200.000 , biaya Termasuk 1. Transportasi ber AC 2. Guide : Narasumber sejarah 3. 2 buku : sejarah Depok dan Mencetak anak saleh 4. Makan siang di restoran Tiktok van Depok Segera hubungi Hasnan Habib : 0812 – 9424 – 2552

Sabtu, 07 April 2012

Tapos, hutan kota dimasa depan? by hasnan habib kota depok

JAKARTA--MICOM: Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan menegaskan penebangan hutan alam primer dan hutan gambut tidak boleh dilakukan lagi seiring upaya yang dilakukan Kemenhut untuk memulihkan kondisi hutan Indonesia. "Kita harus berterima kasih kepada alam yang begitu subur, hal itu harus dioptimalkan dengan prinsip menanam pohon dulu sebelum menebang untuk industri," kata Zulkifli usai mengikuti peresmian Taman Perdamaian Hamoni untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di halaman Kompleks MPR/DPR/DPD RI di Jakarta, Jumat (10/2). Menurut Zulkifli, pengembangan industri kayu Indonesia saat ini akan terus sejalan dengan upaya untuk memberantas pembalakan liar yang masih sering terjadi di beberapa wilayah. "Ada sebagian kecil masih terjadi di Sumatera dan Kalimantan, tetapi tidak ada toleransi untuk itu, kita akan sikat semuanya," kata Zulkifli. "Dengan tim gabungan dari kementerian yang bekerja sama dengan kepolisian, kejaksaan, dan pemerintah daerah, kita harapkan angka pembalakan liar itu dapat ditekan seminimal mungkin," tegasnya. Sementara itu masalah perizinan hutan lindung yang digunakan sebagai wilayah pertambangan, Zulkifli mengatakan hal itu tidak boleh dilakukan lagi. "Hutan lindung tidak boleh digunakan sebagai tambang terbuka," katanya. (Ant/OL-04) Sumber : http://www.mediaindonesia.com/read/2012/02/11/297659/89/14/Hutan-Alam-tidak-Boleh-Lagi-Ditebangi

Senin, 05 Maret 2012

Menapak penghijauan lagi.by hasnan habib

dari yang kecil ini bumi tapos bakal jadi sejuk dan rindang, kapan kita mulai, by hasnan habib cilangkap tapos depok

Minggu, 14 November 2010

Pemuda tani dan petani kol Jepang

Nanang, Pemuda Tani Cilangkap sedang mewawancarai seorang petani Kol di Kagawa Jepang.

Senin, 01 November 2010

Disawah bersama kong Tahib dan H. Saniman, penemu dan perintis singkong buto Cilangkap Tapos Depok

Jumat, 10 September 2010

Para pelopor pengembangan Kol di Depok.

Tanaman Kol (Kobis) di kota Depok pertama kali dibudidayakan oleh Kelompok Tani Putra Bina Tani Cilangkap Tapos Depok pada tahun 2007, saat itu Hasnan Habib dan Saripudin berkolaborasi menanam Kol di sawah wilayah Cilangkap Tapos, Kol pertama kali ditulis secara luas dalam Harian " Monitor Depok " oleh Sdr Heru, wartawan Monde yang sampai sekarang masih aktif di Monde, Kol juga direspon dengan baik oleh lurah Cilangkap waktu itu, H.Rumainur S.sos, sehingga sewaktu beliau pindah ke Sukamaju Baru, beliau mendorong petani Sukamaju untuk menanam Kol dan memang Sukamaju Baru menjadi sentra baru tanaman Kol di Cimanggis waktu itu, yang dikembangkan oleh RT Slamet,RT Niman , RT Icin dibawah nama kelompok Tani Tunas Mekar, selanjutnya setelah terjadi pemekaran wilayah kecamatan, camat Tapos merespons budidaya Kol dan kembang Kol di Tapos dengan menjadikan kantor kecamatan Tapos sebagai salah satu show room Kol dan Kembang Kol, sehingga Kol mulai dikenal diseluruh wilayah Tapos. Di wilayah kelurahan Tapos kol dalam pot dikenalkan oleh kelompok tani Ratu Pembayun yang dipimpin oleh M.Yasin, mantan pemain bulutangkis.

Pengembangan tanaman Kol di Tapos depok

Budidaya Kol perlu pemahaman dan pelatihan, namun dengan posisi Depok sebagai pasar akhir, Kol dapat di pilih sebagai alternatif komoditas unggulan bagi petani perkotaan di Depok, pilihan budidaya kol menjadi penting ketika para petani Depok perlu dipacu untuk menjadikan Depok sebagai pemasok sayur mayur, ini adalah jawaban yang tepat, ada jenis sayuran tertentu di dataran tinggi tidak bisa dibudidayakan di Depok seperti wortel, seledri, daun bawang dll, tetapi kol dan kembang kol bisa sehingga mengacu pada ilmu ekono mi, Kol dan kembang Kol bisa sangat menguntungkan bila ditanam dikota Depok. Tinggal membina dan meningkatkan kemampuan para petani sayur mayur di Kota Depok.